Berita terbaru

Mencangkok Tanaman Salak


Mencangkok Tanaman Salak

PENGANTAR

Perbanyakan secara vegetatif dilakukan menggunakan bagian-bagian tanaman seperti cabang, ranting, pucuk, daun, umbi dan akar. Prinsipnya adalah merangsang tunas adventif yang ada di bagian-bagian tersebut agar berkembang menjadi tanaman sempurna yang memiliki akar, batang dan daun sekaligus. Perbanyakan secara vegetatif dapat dilakukan dengan cara cangkok, rundukan, stek dan kultur jaringan.



Keunggulan perbanyakan ini adalah menghasilkan tanaman yang memiliki sifat yang sama dengan pohon induknya. Selain itu, tanaman yang berasal dari perbanyakan secara vegetatif lebih cepat berbunga dan berbuah. Sementara itu, kelemahannya adalah membutuhkan pohon induk dalam jumlah besar sehingga membutuhkan banyak biaya. Kelemahan lain, tidak dapat menghasilkan bibit secara massal jika cara perbanyakan yang digunakan cangkok atau rundukan. Untuk menghasilkan bibit secara massal sebaiknya dilakukan dengan stek. Namun tidak semua tanaman dapat diperbanyak dengan cara stek dan tingkat keberhasilannya sangat kecil. Terlebih jika dilakukan oleh para hobiis atau penangkar pemula.

PERBANYAKAN TANAMAN DENGAN CANGKOK

Keunggulan cangkok adalah mudah dilakukan dan tingkat keberhasilannya tinggi. Selain itu, tanaman yang dihasilkan dapat mewarisi 100% sifat pohon induknya. Namun, tanaman hasil cangkok memiliki kelemahan, yaitu percabangannya tidak lebat dan tidak kompak, serta produktivitas buahnya terbatas. Selain itu, tanaman hasil cangkok tidak memiliki sistem perakaran yang kuat karena tidak memiliki akar tunggang, dan serabut-serabut akarnya juga tidak rimbun. Akibatnya tanaman mudah roboh saat tertiup angin kencang, dan tidak kuat menghadapi kekeringan pada musim kemarau.

Cangkok sangat cocok dilakukan pada tanaman buah-buahan yang batangnya berkayu seperti mangga, jeruk, jambu biji, jambu air, belimbing manis, lengkeng serta tanaman hias seperti bugenvil, mawar, dan kemuning. Sementara itu, dengan cara yang berbeda, beberapa tanaman tidak berkayu seperti salak, pepaya dan beberapa jenis tanaman hias seperti dieffenbachia dan aglonema juga dapat diperbanyak dengan cangkok.

Mencangkok Tanaman Salak

Cara ini banyak dilakukan oleh pekebun salak pondoh di Sleman, Yogyakarta dan Srumbung, Magelang. Pada dasarnya cara mencangkok salak sama dengan cara mencangkok tanaman berkayu. Bedanya, batang anakan salak yang akan dicangkok tidak perlu disayat, tetapi hanya dibersihkan dari pelepah kering atau pelepah tua agar tidak mengganggu proses pencangkokan.

Media yang biasa digunakan untuk mencangkok salak adalah tanah serasah pohon bambu, atau campuran tanah topsoil dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. untuk mempercepat pertumbuhan akar, tambahkan NPK 15:15:15 atau 16:16:16 ke dalam media dengan dosis satu sendok makan per kilogram media. Selain itu, bisa juga ditambahkan pupuk daun dengan nilai P tinggi seperti Gandasil B, BASF Foliar B, Gandapan Reginae, Growmore, Hyponex Hijau atau Hyponex Biru dengan dosis 3-5 gram per kg media.

Pembungkus media yang digunakan untuk mencangkok salak, antara lain potongan bambu yang memiliki alas, atau potongan bagian bawah botol bekas kemasan air mineral. Sebelum digunakan, salah satu sisi pembungkus disayat dari atas sampai bagian dasarnya, lalu dibuat lubang seukuran batang anakan yang akan dicangkok kemudian pasang pembungkus hingga mencengkeram batang anakan. Pasang pembungkus hingga mencengkeram batang anakan, lalu ikat dengan kawat atau tali agar sayatan menyatu kembali. Untuk mencegah pembungkus jatuh, buat lubang dibagian atas pembungkus, beri tali lalu ikat ke batang salak yang lain. Setelah itu, barulah media dimasukkan hingga memenuhi seluruh bagian dalam pembungkus lalu padatkan.

Media cangkokan disiram 2-3 hari sekali agar tetap lembab. Caranya dengan meneteskan air melalui bagian atas pembungkus, jangan menyiram terlalu banyak karena media yang terlalu basah membuat busuk calon akar yang tumbuh sehingga menyebabkan kegagalan cangkokan. Sementara itu, untuk mempertahankan kesuburan media, setiap dua minggu sekali air siraman dicampur dengan pupuk NPK dengan dosis 3-5 cc per liter air. Biasanya akar cangkokan tumbuh 1-2 bulan setelah cangkok. Namun, anakan baru dipisahkan dari pohon induknya 3-4 bulan setelah pencangkokan saat perakarannya telah tumbuh lebat. Pemotongan cangkokan salak dilakukan tepat dibawah pembungkus cangkokan. Sebelum ditanam di lahan, cangkokan disapih dulu di dalam polibag.

Sumber :

Redaksi Agromedia. 2007. Kunci Sukses Memperbanyak Tanaman. Agromedia Pustaka. Jakarta. Cet. Ke-3 2008.

0 komentar:

Poskan Komentar